Selamat Datang Sahabat

Ubai Dresani

Selasa, 22 Maret 2011

Aku Mencintai Dengan Sederhana part.2

Baiklah… akan aku teruskan tulisanku yang sempat bersambung kemaren……

Tulisan sebelumnya bahwa temenku itu masih bingung. Iyaalah bingung, aku aja yang menjelaskan agak bingungn, eh bukan bingung deng tapi yo ra dong……….

“la terus kamu maunya bagaiman sih “u?” panggilan untuk temenku yang bernama khuzaini.

“aku mau nya sih jadian ama dia bai?”

“apa?, jadian apa kagak salah kau kang?”

“hmmmm……..”

“menurutmu piye…..”

“ lah kok malah minta pendapat ma aku piye toh , wong aku aja masih jomblo kayak gini…..”

“ya justru itu kamu kok betah gitu ngejombl terus….”

“ya harus dibetah-betahin lah…..”

“Aku kan belum siap”

“ah ngarang…”

“percaya kagak?, inget kang kalau seorang pria itu yang menjadi pemimpin keluarga. Nah kalau udah menjadi seorang pemuda dia tidak akan pernah terlepas dari yang namanya tanggung jawab. Tanggung jawab disini bukan tanggung jawab batin doang. Tanggung jawab lahir juga kudu dipenuhi.

Setahuku tanggung jawab seorang suami kalau udah berkeluarga lho ni… yaitu adalah tanggung jawab kepada istri dana anak-anak. Kedua tanggung jawab kepada orang tua sendiri dan tanggun jawab kepada mertua. Apa udah siap kau….?



“hmmmm……. Tapi bai…..”

“tapi apa…?”

“aku selalu cemburu kalau dia selalu bersama cowok lain” apa lagi kalau dia lagi jalan bareng kemana gitu. Iya sih emang kalau mereka belum jadian atau istilah lainnnya pacaran.”

Pepetah jawa mengatakan :”witing tresno jalaran soko kulino”. Tumbuhnya cinta adalah karena kebiasaan.”

“waw…” jangan katakan kau seneng karo aku boy….” Wkwkwkwkwk (kami ketawa bersama)

“idih …… karo kowe bai?”

Aku masih normal yo…..” udah-udah iki piye ki????

“emang namanya siapa sih dia samapai kau tergila-tergila setengah idup kayak gitu?”

“lah terus kau udah ngomong ada dia belum?”

“belum….”

“lah jadi selama ini kau hanya diam aja?”

“ya kagak lah… kadang aku nganter dia kemana dia mau pergi, atau kemana dia mau jalan biasnya sih nngajak aku.”

“ada indikasi tuh”

“indikasi apa…”

“ada tanda-tanda kalo dia ada rasa ama kamu”

“rasa apa?”

“Haaaalah….. dari tadi kau ngomong gitu…. Kok… ada rasa Mbayar. ya mungkin rasa cinta lah.

“aku sih sempat ngomong dulu tapi dia hanya tersenym doang. Piye jal yen koyo ngono ndadeake gamange ati to?”

“samapai sekarang?”

“masih nggantung..”

“yang sabar yo kang……..

“sabar piye udah 3 bulan digantung aku……”

Lhooo…. Kok rung mati kau…”

Aku belum mati tapi hatiku rasanya ingin mati aja……. (bersambung)


Minggu, 20 Maret 2011

Aku mencintaimu dengan sederhana

Biasa nih kalo lgi galau udah melanda anak muda.... kaya aku sekarang yang sukay nulis. disaming sebagai curhat pribadi juga sebagai catatan harian yang gak tau kapan kelarnya. Oke galau menurut saya pribadi adalah suatu rasa atau perasaan yang menggambarkan bahwa seseorang itu diliputi oleh suatu pikiran yang ada kaitannya dengan asmara, ada rindu dan cinta. Mengapa aku kaitkan kata-kata galau ini berkaitan dengan itu semua???.
  1. karena aku merasaknnya sendiri (wah terserah orang mau berbeda pendapat toh ini pendapatku sendiri he he he he)
  2. banyak anak-anak (sebenarnya banayak itu berapa aku pun kurang tau) yo wis kata-kata tak ganti pada umumnya anak-anak muda zaman sekarang mngintrepretasikan seperti itu.
  3. setuju atau tidak setuju silahkan di komen aja.
Itu hanya sebuah selingan aja sih. inti dari tulisannya aadalah inig...  yuk disimak dan dibaca baik-baik yah kawaan..

Pada suatu hari biasa lah kami-kami kaum pria juga sering ngobrol (istilah lain adalah curhat) he he he ternyata perlu juga loh untuk mengeluarkan uneg-uneg. dan itu penting juga. entah itu lewat omongan atau curhat tadi yang bukan hanya dilakukan kaum hawa saja. Pada intinya adalah setiap manusia butuh untuk mengekpresikan diri. Langsung aja ya aku kagak mau panjang-panjang cerita.

Suatu hari temen aku ngomong gini "bai aku lagi sakit". ku pegang jidad dia terus aku bandingakan dengan kakiku. "ah jidadmu kagak sepanas kakiku tuh he he he he he". aku serius bay....
aku jawab lagi aku 2 rius malah .... kembali kami tertawa. "nah oke kau sakit kenapa? kok tumben-tumbenan ngomong sakit didepanku.".
"beginilah kalo jadi cowok jomblo naksihr cewek kesana-kemari taapi tidak berani."
aku balik nanaya lagi "lho... kok gak brani?"
"yaitu dia permasalahannya adalah pada diriku aku selalu minder denan kondisiku dan keluargaku"
maksudmu???" aku balik nanaya lagi...
maksudku aku lagi cemburu bay....."
wkwkwkwkwkwkwkwk""""" ha ha ha ha ha " aku ketawa terpingkal-pingkal waktu itu ketika temenku itu bilang seperti itu...."

"nah kamu emang udah siap"?
"siap apa?"
"ya siap-siap aja untuk ngelamar" wkwkwkkwk"
"edan po kowe?""""
meh pakani opo engko?"
"lah mangan dipikir mangan yo sego no...."
iyo mangan yo sego tapi kanggo tuku segone iku yo nganggo duwit to yo?""""

"lah itu kau tau"" terus apa yang kau pikirkan lagi? ndang lamar wae noh...."
"maslahnya bukan aku siap ato kagak siap bai.... tapi adalah kondisi kelurgaku sekarng ini yang notabene adalah orang yang kurang mampu...
"emang menurutmu mampu itu apa sih?"
aku balik nanaya lagi
"ah kau bai nanya mulu kasih solusi napa?"
"lah aku memberikan solusi yang memang bagus dan tidak dilarang agaman toh...? kan kamu udah tau kalo orang pemuda atau pemudi yang udah siap maka cepat-cepat lah menikah'
makannya aku tadi nannya kau udah siap belum?"
" tapi aku sangat mencintai dia bay"
"lah jaman saiki ngomong cinta-cintaan ora jaman......
" la terus kepiye solusine?"
"lamar atau Puasa?" aku tau km udah usia 25 tahun kan udah pantas to"
aku kan baru 20 tahun....  jadi aku masi panjang dan akan lama. masih mau menikmati yang namanya indahnya sendiri,bersama sahabat-sahabat dekat, menikmati kuliah. yah pokoke aku berfikir Jodoh itu ditngan tuhan nah kita itu hanya berikhtiar dan berusaha. nah apa usaha dan ikhtiara kita? iktiarnya adalah mempersiapakan amunis-amunisi agar Allah itu menganggap kita udah siap untuk membina bahtera rumah tangga. caranya seperti apa? ya berusaha dulu minimal bisa mencukupi kebuuhan diri sendiri tanpa batuan orang tua. Persiapkan ilmunya sebelum melangakah yang lebih jauh.

nah piye jal masih galu kau???"

belum mudeng aku bay..."
ha ha ha ha ha (((bersambung))))

Sabtu, 29 Januari 2011

Manajemen waktu Mahasiswa sukses

Siklus Manajemen Waktu

Salah satu sistem manajemen waktu yang bisa dipilih oleh mahasiswa adalah menggunakan sistem siklus pada setiap tahun ajaran atau setiap semester. Itulah sebabnya saya mengatakan bahwa sekarang adalah waktu yang tepat untuk memulai manajeman waktu. Umumnya sistem ini dimulai dengan menetapkan tujuan (goal setting) untuk mengukuhkan konteks bagi manajemen waktu. Berikutnya adalah menelusuri penggunaan waktu dan membangun kesadaran tentang bagaimana anda akan menghabiskan waktu. Tahap ketiga adalah membuat rencana, dan ini termasuk membuat to do list, rencana mingguan, rencana bulanan, dan rencana semesteran. Tahap keempat adalah memantau (self monitoring) apa yang telah dikerjakan. Pada tahap ini anda menilai seberapa baik anda menjalankan rencana, seberapa akurat anda membuat rencana, seberapa tepat anda menduga kegiatan-kegiatan yang dilakukan, dan sebagainya. Tahap akhir dari siklus manajemen waktu ini adalah pergeseran dan penyesuaian waktu dimana anda melakukan koreksi terhadap sistem yang berjalan sebelum memulai siklus yang baru.

Kuis Manajemen Waktu
Sebelum memulai melakukan manajemen waktu, ada baiknya anda evaluasi terlebih dahulu apa yang telah anda lakukan selama ini dengan menjawab pertanyaan berikut: Pertama, lima kegiatan/aktivitas apa yang paling banyak menyita waktu anda (menonton tv, main PS, jalan-jalan ke mall, belajar, tidur, ngobrol, atau apa?). Kedua, jawab pertanyaan-pertanyaan berikut ini:
·             Apakah anda mengestimasi berapa jam anda membutuhkan waktu untuk belajar setiap minggu?
·             Apakah anda selalu tepat waktu dalam mengerjakan tugas?
·             Apakah anda mulai mengerjakan tugas akhir/penulisan ilmiah pada awal semester?
·             Apakah anda membuat daftar apa yang harus dikerjakan (to do list)?
·             Apakah anda menentukan target tertentu untuk setiap periode studi?
·             Apakah anda memulai belajar dengan mengerjakan tugas/pr yang paling sulit?
·             Apakah anda menyelesaikan belajar anda selama jam produktif setiap harinya?
Kalau jawaban anda pada kuis di atas lebih banyak “Tidak” dari pada “Ya”, maka sudah saatnya anda melakukan manajemen waktu yang baru.

Langkah untuk Meningkatkan Manajemen Waktu
Di awal tulisan telah disebutkan bahwa, mula-mula anda harus menetapkan tujuan. Apakah anda punya target yang ingin anda capai pada semester sekarang? Jika anda sudah yakin dengan tujuan dan target yang ingin anda raih pada semester ini, maka anda sudah bisa memulai membuat jadwal semester.    
1.      Membuat Jadwal Semester
a.       Catat tugas mata kuliah yang telah diketahui: paper, proyek penelitian, kuis, dan sejenisnya. Mencatat tugas pada setiap awal semester membuat anda mengetahui kapan anda membutuhkan waktu lebih banyak untuk kegiatan akademik dan kapan anda punya waktu lebih longgar untuk aktivitas lainnya
b.      Catat aktivitas ko-kurikuler termasuk hari kerja (jika bekerja), pertemuan atau rapat organisasi, aktivitas sosial, jadwal keluar kota (pulang kampung di akhir pekan atau liburan), dan sejenisnya. Mencatat aktivitas ko-kurikuler memungkinkan anda mendapat gambaran yang lebih akurat tentang seberapa penuh atau seberapa luang jadwal anda selama satu semester. Aktivitas non akademik ini penting untuk menciptakan keseimbangan pada jadwal anda
Penting untuk diingat bahwa setelah anda mempunyai jadwal kegiatan semesteran ini, anda perlu memperbaharui jadwal semester ini secara berkala. Perubahan tenggat waktu pengumpulan tugas, misalnya, atau tugas matakuliah yang baru dan aktivitas lain yang perlu direncanakan, menyebabkan jadwal harus dikoreksi dan diperbaharui. Mempunyai  jadwal semester yang akurat penting untuk tahap berikutnya dari proses ini, yaitu merencanakan beban kerja mingguan. 
2.      Menilai dan Merencanakan Jadwal Mingguan
a.       Buat daftar apa yang harus dikerjakan dalam minggu depan, termasuk tugas kuliah, praktikum, kuis. Buatlah daftar ini inklusif, karena segala sesuatu membutuhkan waktu, apakah itu membaca satu bab, mengerjakan soal latihan, atau menulis outline untuk makalah penelitian
b.      Masukkan dalam daftar apa yang harus dikerjakan minggu itu: aktivitas ko-kurikuler, jam kerja, olah raga, makan, dan kumpul dengan teman. Aktivitas sehari-hari dan aktivitas ko-kurikuler penting dan menciptakan keseimbangan hidup, walaupun itu berarti mengambil waktu belajar. Mempersiapkan makan dan mandi, misalnya, atau menghadiri rapat organisasi bisa menghabiskan waktu sebanyak waktu untuk membaca satu bab buku ajar
c.       Estimasikan berapa lama setiap tugas dapat diselesaikan. Setiap aktivitas membutuhkan waktu yang berbeda, sehingga penting sekali untuk mengestimasikan berapa lama setiap tugas dapat diselesaikan dan menyediakan waktu untuk tugas tersebut. Bila anda tidak tahu berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikan tugas, lebih baik mengestimasikan waktu secara konservatif. Jika anda dapat menyelesaikan waktu 30 menit lebih cepat dari yang anda perhitungkan, anda dapat menggunakan waktu sisanya untuk mengerjakan apapun yang anda suka, tetapi jika anda tidak dapat menyelesaikan dalam waktu yang telah direncanakan maka anda harus mengambil waktu dari kegiatan lain untuk menyelesaikan tugas yang membutuhkan waktu lebih lama dari yang direncanakan.
d.      Identifikasi pada hari apa setiap tugas akan diselesaikan, selalu ingat waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikan setiap tugas itu dan hal-hal lain yang juga harus dikerjakan pada hari itu. Dengan melihat jadwal minggu itu dan menyadari apa saja yang harus dikerjakan setiap harinya, tenggat tidak akan terlewati. Anda dapat membuat penyesuaian pada minggu tersebut, misalnya, jika anda melihat ada tugas yang membutuhkan waktu 6 jam untuk menyelesaikannya padahal hanya ada waktu tiga jam sebelum tenggat.
Membuat jadwal minggu berikutnya setiap jumat petang atau jumat malam adalah suatu kebiasaan yang baik. Karena jika minggu berikutnya jadwal sangat padat, maka akan sangat membantu jika menyelesaikan sebagian tugas pada akhir pekan itu agar tekanan pada minggu yang akan datang berkurang.
3.      Jadwal Setiap Hari
a.       Tulis jadwal harian pada setiap pagi. Termasuk tugas-tugas yang belum selesai dari hari sebelumnya. Pembuatan jadwal harian ini hanya membutuhkan beberapa menit saja karena anda sudah mempunyai jadwal mingguan sebagai pedoman. Gunakan kartu indeks atau buku kecil atau notes untuk mencatat jadwal harian ini agar anda dapat membawanya kemana-mana dan memeriksanya setiap saat untuk  menandai tugas mana saja yang sudah diselesaikan.
b.      Berikan skala prioritas untuk setiap tugas harian yang telah ditulis. Beberapa aktivitas harus dikerjakan hari itu dan sebagian lagi mungkin merupakan opsional untuk diselesaikan hari itu. Anda dapat menggunakan sistem A,B, C untuk memberi prioritas pada setiap tugas. A diberikan pada tugas yang harus diselesaikan pada hari itu dan C adalah opsional, sedangkan B penting tetapi tidak sepenting A. Cobalah untuk menyelesaikan semua tugas A sebelum mulai mengerjakan tugas B, dan akhirnya yang C. Cara ini dapat mengurangi tingkat stress karena beban tugas yang cukup banyak.
4.      Evaluasi Setiap Jadwal
a.       Evaluasi jadwal setiap pagi. Tanyakan pada diri sendiri apakah jadwal hari itu cukup realistis. Tuliskan berapa jam setiap tugas akan diselesaikan. Jika dirasa tidak mungkin diselesaikan, buang beberapa tugas dengan prioritas B dan C dari jadwal
b.      Evaluasi jadwal setiap malam. Apakah semua tugas dalam daftar telah diselesaikan? Jika tidak, mengapa? Apakah karena jadwalnya tidak realistis atau manajemen waktunya yang tidak efektif? Apa penyesuaian yang bisa dilakukan agar di lain waktu anda dapat membuat jadwal yang lebih baik?

Mengupayakan agar Manajemen Waktu Berjalan dengan Baik
Menurut sistem kredit semester (SKS) mahasiswa belajar setidaknya dua jam di luar kelas untuk setiap jam belajar di kelas (ada universitas yang merekomendasikan lebih dari dua jam!). Jika seorang mahasiswa mengambil 18 SKS, yang berarti kuliah di kelas 18 jam per minggu, maka mahasiswa tersebut harus belajar sedikitnya 36 jam per minggu di luar kelas secara mandiri. Jadi mahasiswa tersebut harus merencanakan total jam belajar di kelas dan di luar kelas sebanyak 54 jam per minggu. 
Pada awal tulisan, anda sudah mengidentifikasi lima kegiatan yang paling banyak menyita waktu anda. Nah, apakah anda siap untuk mengurangi atau mengganti aktivitas yang anda rasa dapat menggagalkan target belajar anda?

Berikut adalah beberapa strategi yang mungkin membantu membuat jadwal Anda menjadi efektif dan efesien.

  1. Identifikasi waktu terbaik pada setiap harinya.
Apakah Anda termasuk seorang “night person” atau “morning person”? Gunakan kekuatan waktu tersebut untuk belajar. Belajar pada waktu terbaik setiap harinya - apakah itu pagi (jika anda seorang “morning person”) atau malam hari (jika anda seorang “night person”) - memungkinkan anda menyelesaikan tugas dalam waktu yang lebih singkat.

  1. Belajar subyek yang sulit atau membosankan lebih dulu.
Dalam keadaan segar, informasi dapat diproses lebih cepat dan anda jadi lebih menghemat waktu. Alasan lainnya adalah lebih mudah mendapatkan motivasi untuk mempelajari sesuatu yang menyenangkan pada saat lelah daripada mempelajari subyek yang membosankan.

  1. Pastikan bahwa lingkungan sekitar kondusif untuk belajar.
Perpustakaan adalah tempat yang baik untuk belajar karena satu-satunya yang bisa dilakukan di perpustakaan adalah belajar. Tetapi jika perpustakaan tidak memungkinkan untuk belajar (karena jam operasi yang terbatas, misalnya), carilah tempat (dan waktu) yang memang benar-benar jauh dari gangguan.

  1. Jangan tinggalkan rekreasi dan hiburan.
Kuliah di perguruan tinggi tidak berarti anda harus belajar sepanjang waktu. Anda harus tetap mempunyai kehidupan sosial demi keseimbangan hidup anda. Jadi, tidak ada salahnya anda menjadwalkan berkunjung dan mengobrol dengan teman atau mengerjakan hobi anda yang lain.

  1. Usahakan anda punya waktu tidur dan makan yang cukup dan berkualitas.
Tidur seringkali dianggap sebagai “bank” dalam manajemen waktu. Maksudnya, setiap kali anda mendapat tugas yang membutuhkan waktu cukup banyak, anda akan “mengambil” waktu tidur anda untuk mengerjakan tugas. Hal ini jelas tidak efektif karena anda pasti akan memerlukan waktu yang lebih banyak lagi untuk mengerjakan tugas karena tubuh anda kelelahan sehingga kurang konsentrasi. Jadi kebutuhan tidur anda haruslah tetap diperhatikan.

  1. Manfaatkan waktu menunggu atau kombinasikan dua kegiatan.
Jika anda menggunakan transpotasi umum untuk pergi dan pulang dari kampus anda seringkali harus menunggu beberapa menit bahkan beberapa jam di halte atau peron. Mengapa tidak manfaatkan waktu menunggu tersebut untuk membaca? Bawalah catatan atau ringkasan kuliah kemana pun anda pergi dan baca setiap ada kesempatan meskipun hanya satu paragraf.
Jika anda menggunakan kendaraan pribadi, mobil misalnya, jangan membaca sambil mengemudi karena sangat berbahaya. Tapi tidak berarti tidak bisa belajar selama perjalanan. Dengarkan saja rekaman belajar anda sendiri dari kaset.  

Nah, anda sekarang sudah mempunyai manajemen waktu anda sendiri. Selamat belajar dan semoga sukses!

Repost dari :
Ati Harmoni
PD III Fakultas Ilmu Komputer dan Teknologi Informasi
Bidang Kemahasiswaan