Selamat Datang Sahabat

Ubai Dresani

Sabtu, 29 Januari 2011

Manajemen waktu Mahasiswa sukses

Siklus Manajemen Waktu

Salah satu sistem manajemen waktu yang bisa dipilih oleh mahasiswa adalah menggunakan sistem siklus pada setiap tahun ajaran atau setiap semester. Itulah sebabnya saya mengatakan bahwa sekarang adalah waktu yang tepat untuk memulai manajeman waktu. Umumnya sistem ini dimulai dengan menetapkan tujuan (goal setting) untuk mengukuhkan konteks bagi manajemen waktu. Berikutnya adalah menelusuri penggunaan waktu dan membangun kesadaran tentang bagaimana anda akan menghabiskan waktu. Tahap ketiga adalah membuat rencana, dan ini termasuk membuat to do list, rencana mingguan, rencana bulanan, dan rencana semesteran. Tahap keempat adalah memantau (self monitoring) apa yang telah dikerjakan. Pada tahap ini anda menilai seberapa baik anda menjalankan rencana, seberapa akurat anda membuat rencana, seberapa tepat anda menduga kegiatan-kegiatan yang dilakukan, dan sebagainya. Tahap akhir dari siklus manajemen waktu ini adalah pergeseran dan penyesuaian waktu dimana anda melakukan koreksi terhadap sistem yang berjalan sebelum memulai siklus yang baru.

Kuis Manajemen Waktu
Sebelum memulai melakukan manajemen waktu, ada baiknya anda evaluasi terlebih dahulu apa yang telah anda lakukan selama ini dengan menjawab pertanyaan berikut: Pertama, lima kegiatan/aktivitas apa yang paling banyak menyita waktu anda (menonton tv, main PS, jalan-jalan ke mall, belajar, tidur, ngobrol, atau apa?). Kedua, jawab pertanyaan-pertanyaan berikut ini:
·             Apakah anda mengestimasi berapa jam anda membutuhkan waktu untuk belajar setiap minggu?
·             Apakah anda selalu tepat waktu dalam mengerjakan tugas?
·             Apakah anda mulai mengerjakan tugas akhir/penulisan ilmiah pada awal semester?
·             Apakah anda membuat daftar apa yang harus dikerjakan (to do list)?
·             Apakah anda menentukan target tertentu untuk setiap periode studi?
·             Apakah anda memulai belajar dengan mengerjakan tugas/pr yang paling sulit?
·             Apakah anda menyelesaikan belajar anda selama jam produktif setiap harinya?
Kalau jawaban anda pada kuis di atas lebih banyak “Tidak” dari pada “Ya”, maka sudah saatnya anda melakukan manajemen waktu yang baru.

Langkah untuk Meningkatkan Manajemen Waktu
Di awal tulisan telah disebutkan bahwa, mula-mula anda harus menetapkan tujuan. Apakah anda punya target yang ingin anda capai pada semester sekarang? Jika anda sudah yakin dengan tujuan dan target yang ingin anda raih pada semester ini, maka anda sudah bisa memulai membuat jadwal semester.    
1.      Membuat Jadwal Semester
a.       Catat tugas mata kuliah yang telah diketahui: paper, proyek penelitian, kuis, dan sejenisnya. Mencatat tugas pada setiap awal semester membuat anda mengetahui kapan anda membutuhkan waktu lebih banyak untuk kegiatan akademik dan kapan anda punya waktu lebih longgar untuk aktivitas lainnya
b.      Catat aktivitas ko-kurikuler termasuk hari kerja (jika bekerja), pertemuan atau rapat organisasi, aktivitas sosial, jadwal keluar kota (pulang kampung di akhir pekan atau liburan), dan sejenisnya. Mencatat aktivitas ko-kurikuler memungkinkan anda mendapat gambaran yang lebih akurat tentang seberapa penuh atau seberapa luang jadwal anda selama satu semester. Aktivitas non akademik ini penting untuk menciptakan keseimbangan pada jadwal anda
Penting untuk diingat bahwa setelah anda mempunyai jadwal kegiatan semesteran ini, anda perlu memperbaharui jadwal semester ini secara berkala. Perubahan tenggat waktu pengumpulan tugas, misalnya, atau tugas matakuliah yang baru dan aktivitas lain yang perlu direncanakan, menyebabkan jadwal harus dikoreksi dan diperbaharui. Mempunyai  jadwal semester yang akurat penting untuk tahap berikutnya dari proses ini, yaitu merencanakan beban kerja mingguan. 
2.      Menilai dan Merencanakan Jadwal Mingguan
a.       Buat daftar apa yang harus dikerjakan dalam minggu depan, termasuk tugas kuliah, praktikum, kuis. Buatlah daftar ini inklusif, karena segala sesuatu membutuhkan waktu, apakah itu membaca satu bab, mengerjakan soal latihan, atau menulis outline untuk makalah penelitian
b.      Masukkan dalam daftar apa yang harus dikerjakan minggu itu: aktivitas ko-kurikuler, jam kerja, olah raga, makan, dan kumpul dengan teman. Aktivitas sehari-hari dan aktivitas ko-kurikuler penting dan menciptakan keseimbangan hidup, walaupun itu berarti mengambil waktu belajar. Mempersiapkan makan dan mandi, misalnya, atau menghadiri rapat organisasi bisa menghabiskan waktu sebanyak waktu untuk membaca satu bab buku ajar
c.       Estimasikan berapa lama setiap tugas dapat diselesaikan. Setiap aktivitas membutuhkan waktu yang berbeda, sehingga penting sekali untuk mengestimasikan berapa lama setiap tugas dapat diselesaikan dan menyediakan waktu untuk tugas tersebut. Bila anda tidak tahu berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikan tugas, lebih baik mengestimasikan waktu secara konservatif. Jika anda dapat menyelesaikan waktu 30 menit lebih cepat dari yang anda perhitungkan, anda dapat menggunakan waktu sisanya untuk mengerjakan apapun yang anda suka, tetapi jika anda tidak dapat menyelesaikan dalam waktu yang telah direncanakan maka anda harus mengambil waktu dari kegiatan lain untuk menyelesaikan tugas yang membutuhkan waktu lebih lama dari yang direncanakan.
d.      Identifikasi pada hari apa setiap tugas akan diselesaikan, selalu ingat waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikan setiap tugas itu dan hal-hal lain yang juga harus dikerjakan pada hari itu. Dengan melihat jadwal minggu itu dan menyadari apa saja yang harus dikerjakan setiap harinya, tenggat tidak akan terlewati. Anda dapat membuat penyesuaian pada minggu tersebut, misalnya, jika anda melihat ada tugas yang membutuhkan waktu 6 jam untuk menyelesaikannya padahal hanya ada waktu tiga jam sebelum tenggat.
Membuat jadwal minggu berikutnya setiap jumat petang atau jumat malam adalah suatu kebiasaan yang baik. Karena jika minggu berikutnya jadwal sangat padat, maka akan sangat membantu jika menyelesaikan sebagian tugas pada akhir pekan itu agar tekanan pada minggu yang akan datang berkurang.
3.      Jadwal Setiap Hari
a.       Tulis jadwal harian pada setiap pagi. Termasuk tugas-tugas yang belum selesai dari hari sebelumnya. Pembuatan jadwal harian ini hanya membutuhkan beberapa menit saja karena anda sudah mempunyai jadwal mingguan sebagai pedoman. Gunakan kartu indeks atau buku kecil atau notes untuk mencatat jadwal harian ini agar anda dapat membawanya kemana-mana dan memeriksanya setiap saat untuk  menandai tugas mana saja yang sudah diselesaikan.
b.      Berikan skala prioritas untuk setiap tugas harian yang telah ditulis. Beberapa aktivitas harus dikerjakan hari itu dan sebagian lagi mungkin merupakan opsional untuk diselesaikan hari itu. Anda dapat menggunakan sistem A,B, C untuk memberi prioritas pada setiap tugas. A diberikan pada tugas yang harus diselesaikan pada hari itu dan C adalah opsional, sedangkan B penting tetapi tidak sepenting A. Cobalah untuk menyelesaikan semua tugas A sebelum mulai mengerjakan tugas B, dan akhirnya yang C. Cara ini dapat mengurangi tingkat stress karena beban tugas yang cukup banyak.
4.      Evaluasi Setiap Jadwal
a.       Evaluasi jadwal setiap pagi. Tanyakan pada diri sendiri apakah jadwal hari itu cukup realistis. Tuliskan berapa jam setiap tugas akan diselesaikan. Jika dirasa tidak mungkin diselesaikan, buang beberapa tugas dengan prioritas B dan C dari jadwal
b.      Evaluasi jadwal setiap malam. Apakah semua tugas dalam daftar telah diselesaikan? Jika tidak, mengapa? Apakah karena jadwalnya tidak realistis atau manajemen waktunya yang tidak efektif? Apa penyesuaian yang bisa dilakukan agar di lain waktu anda dapat membuat jadwal yang lebih baik?

Mengupayakan agar Manajemen Waktu Berjalan dengan Baik
Menurut sistem kredit semester (SKS) mahasiswa belajar setidaknya dua jam di luar kelas untuk setiap jam belajar di kelas (ada universitas yang merekomendasikan lebih dari dua jam!). Jika seorang mahasiswa mengambil 18 SKS, yang berarti kuliah di kelas 18 jam per minggu, maka mahasiswa tersebut harus belajar sedikitnya 36 jam per minggu di luar kelas secara mandiri. Jadi mahasiswa tersebut harus merencanakan total jam belajar di kelas dan di luar kelas sebanyak 54 jam per minggu. 
Pada awal tulisan, anda sudah mengidentifikasi lima kegiatan yang paling banyak menyita waktu anda. Nah, apakah anda siap untuk mengurangi atau mengganti aktivitas yang anda rasa dapat menggagalkan target belajar anda?

Berikut adalah beberapa strategi yang mungkin membantu membuat jadwal Anda menjadi efektif dan efesien.

  1. Identifikasi waktu terbaik pada setiap harinya.
Apakah Anda termasuk seorang “night person” atau “morning person”? Gunakan kekuatan waktu tersebut untuk belajar. Belajar pada waktu terbaik setiap harinya - apakah itu pagi (jika anda seorang “morning person”) atau malam hari (jika anda seorang “night person”) - memungkinkan anda menyelesaikan tugas dalam waktu yang lebih singkat.

  1. Belajar subyek yang sulit atau membosankan lebih dulu.
Dalam keadaan segar, informasi dapat diproses lebih cepat dan anda jadi lebih menghemat waktu. Alasan lainnya adalah lebih mudah mendapatkan motivasi untuk mempelajari sesuatu yang menyenangkan pada saat lelah daripada mempelajari subyek yang membosankan.

  1. Pastikan bahwa lingkungan sekitar kondusif untuk belajar.
Perpustakaan adalah tempat yang baik untuk belajar karena satu-satunya yang bisa dilakukan di perpustakaan adalah belajar. Tetapi jika perpustakaan tidak memungkinkan untuk belajar (karena jam operasi yang terbatas, misalnya), carilah tempat (dan waktu) yang memang benar-benar jauh dari gangguan.

  1. Jangan tinggalkan rekreasi dan hiburan.
Kuliah di perguruan tinggi tidak berarti anda harus belajar sepanjang waktu. Anda harus tetap mempunyai kehidupan sosial demi keseimbangan hidup anda. Jadi, tidak ada salahnya anda menjadwalkan berkunjung dan mengobrol dengan teman atau mengerjakan hobi anda yang lain.

  1. Usahakan anda punya waktu tidur dan makan yang cukup dan berkualitas.
Tidur seringkali dianggap sebagai “bank” dalam manajemen waktu. Maksudnya, setiap kali anda mendapat tugas yang membutuhkan waktu cukup banyak, anda akan “mengambil” waktu tidur anda untuk mengerjakan tugas. Hal ini jelas tidak efektif karena anda pasti akan memerlukan waktu yang lebih banyak lagi untuk mengerjakan tugas karena tubuh anda kelelahan sehingga kurang konsentrasi. Jadi kebutuhan tidur anda haruslah tetap diperhatikan.

  1. Manfaatkan waktu menunggu atau kombinasikan dua kegiatan.
Jika anda menggunakan transpotasi umum untuk pergi dan pulang dari kampus anda seringkali harus menunggu beberapa menit bahkan beberapa jam di halte atau peron. Mengapa tidak manfaatkan waktu menunggu tersebut untuk membaca? Bawalah catatan atau ringkasan kuliah kemana pun anda pergi dan baca setiap ada kesempatan meskipun hanya satu paragraf.
Jika anda menggunakan kendaraan pribadi, mobil misalnya, jangan membaca sambil mengemudi karena sangat berbahaya. Tapi tidak berarti tidak bisa belajar selama perjalanan. Dengarkan saja rekaman belajar anda sendiri dari kaset.  

Nah, anda sekarang sudah mempunyai manajemen waktu anda sendiri. Selamat belajar dan semoga sukses!

Repost dari :
Ati Harmoni
PD III Fakultas Ilmu Komputer dan Teknologi Informasi
Bidang Kemahasiswaan

Senin, 24 Januari 2011

INSPIRASI DARI TIKUS

Tikus, tentunya para sahabat pernah nonton kartun Tom and Jerry, tikus dan kucin dari saya kecil dulu sampai sekarang belum gede-gede juga he he he. ya disitu ada Tom merupakan seekor kucing yang dpat dibodohi oleh seekor tikus kuning kecil.
setiap akhir cerita kebanyakan kartun in Jerry lah yang selalu berhasil memenangkn pertarungan dengan Tom, ya iyalah kalo misalnya Jerry kalah, Jerry akan dimakan Tom akhirnya gak ada cerita lagi antara Ttom and Jerry.

sekedar share aja sahabat seberapa pintar dan cerdiknya sih tikus itu??? seperti yang digambarkan dalam serial kartun Tom and Jerry. tikus itu mempunyai sifat-sifat yang hampir relatif sama dengan manusia oeleh krena itu tikus selalu dijadikan media riset dalam pengujian obat-obatan
selain itu tikus juga mudah beradaptasi dimanapun dan kapaan pun, tentunya pada lingkungan yang sangat di cintai dan di sayangi tiks itu dong.
Tikus juga mudah mengambil pelajaan dari pengalaman sesamanya, dimana ketika suatu waktu ada tikus yang mati karena terkena jebakan atau karena terkena obat, maka tikus itu pasti tidak akan megulangi kesalahan yang sama.
pada umumnya tikus itu hidup selalu bergerombol/berkelompok, makanya tidak mengherankan jika pada suatu musim terjadi migarisi besar-besaran oleh tikus.

hal yang dapat kita ambil inspirasi adalah
1. mudah beradaptasi terhadap lingkungan (tentunya yang baik)
2. mengambil pelajaran dari orang lain
3. selalu bersosialisasi dalam kehidupan

Minggu, 16 Januari 2011

Antara cinta, suka dan puasa


Mungkin ini mellol banget ya teman tapi sekedar ingin curhat aja sih sapa tau ada yang punya pengalam kayak aku juga.
Lets’ ceritanya gini yang namanya laki-laki yang normal tentunya masih muda pula, jatuh cinta itu menjadi hal yang tebiasa intinya adalah munculnya rasa suka kepada lawan jenis kalo cinta ke sesama dala ajaran islam mah kudu bin wajib maksudnya adalah saling mengasihi dan melindungi sesame muslim yang terikata dalam tali persaudaraan islam bahasa kerennya kalo anak-anak LDK bilang itu “ukhuwah islamiah”.
Untuk persoalan “ukhuwah islamiah” biar  para readers nyari di blog lain yah. Karena saya belum punya kompetensi dalam bicara tentang itu semua he he he (masih dalam taraf belajar)
Okay berkaitan dengan rasa cinta. Nah pastinya para readers tau kana pa yang namany cinta itu entah itu cinta terhadap sang pencipta atau pada mahluk yang diciptakan oleh sang peciptanya tentunya dan harus dan seharusnya proporsi cinta kepada sang penciptan lebih besar dong dari pada yang lain…. Jadi malu niah ngomong kaya gitu he he soalnya aku juga masih setengah-setengah cinta pada yang maha kuasa.
Sekarang yang mau saya ceritakan adalah kenangan saya ketika masa jahliayah dulu alias ketika saya masih “bodoh”. Pernah suatu ketika aku menyatakan rasa suka sama ama makhluk yang namanya perempuan. Akhir cerita ketrima deh tuh aku betapa girang dan bahagia coba. Yah waktu itu aku masih kelas 2 SMP menginjak kelas 3. Di akhir cerita aku putus alias cut alias break dan konco-konconya itulah
Intinya tak ada lagi hubungan “pacaran” istilah umum yang ada di Indonesia. Padahal definisi dari pacaran aku juga tidak tahu menahu soal. Ah biar aja lah para ahli bahasa yang mendifinisikannya ajah.
Nah untuk judul yang terpampang diatas walopun tak jelas pada intinya ada 3 yang antaranya adalah :
·         Cinta
o    Tak bisa dipungkiri kalo cinta itu adalah fitrah manusia, sungguh keagungan Allah sehingga menimbulkan rasa cinta kepada kita semua. Tapi kebanyakan dari kita salah kaprah dalam mengaplikasikan cinta. Itu cenderung dibarengi dengan nafsu so cinta kepada Allah terabaikan.
·         Suka
o    Suka mungkin sedikt beda dengan cinta, tapi esensinya sama sih kalo menurut saya bukan menurut saja lho….. bias any suka itu diungkapan kepada kawan, kepada sesuatu yang tidak terlalu melibatkan emosi
Contohnya : aku suka ama HP ini, aku suka ama dia, akan beda emosinya jika diucapkan dengan aku cinta istiku sepenuh hati (wah udah nyebut istri hi hi hi hi harapannya sih wkwkwk)
·         Puasa
o    Pernah dengarkan bahwal kenikmatan puasa itu ada dua, yang pertama ketika berbuka dan kelak di akhirta sana. Ya bisa kit korelasikan dengan yang namanya cinta dan suka, jika kita bisa berpuasa yang artinya bisa sedikt saa bersabar makan tuhan yang maha pemurah akan memberikan kenikmatan-kenikamtan yang tiada terkira…  ini aja deh share dari saya kritik dan saran yang membangkitkan dan mendukung tetap  diterima apa adnya